SHARE :

Pimpinan Dewan Ingatkan Pemkab Soal Perawatan Aset

Terbit : 10 November 2020 / Kategori : berita / Komentar : 0 komentar / Author : golkar
Pimpinan Dewan Ingatkan Pemkab Soal Perawatan Aset

KUALATUNGKAL – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ahmad Jahfar mengkritik pemerintah soal banyaknya hasil pembangunan yang berujung terbengkalai.

Jahfar mewanti pemerintah agar menjalankan progam pembangunan yang berimbang dan seiring dengan progam pemeliharaan dan perawatan aset yang sudah dibangun.

“kita suka membangun tapi tak pandai merawat. Merawat ini terutama adalah tugas pemerintah. Pasca menjadi fasilitas publik, mustinya jelas siapa yang mengelola dan memeliharanya,” tutur Ahmad Jahfar, Selasa (10/10).

Ia juga menekankan Satpol PP sebagai aparatur penegak perda dan asset daerah agar terus aktif dalam menjaga aset yang ada.

“Bukan hanya berperan menjadi penunggu pintu masuk Rumah Dinas dan Kantor Bupati. Sosialisasi dan pengertian kepada masyarakat juga harus terus dilakukan, bahwa memelihara aset daerah adalah tugas bersama,” tegas Jahfar.

“Lihat saja pot kembang saja bisa hancur dihajar masyarakat. ini Sungguh sangat memprihatinkan,” sambungnya.

Ketua DPD II Golkar Tanjab Barat ini juga menyikapi polemik lahan roadrace yang dibangun tanpa ada realisasi pemanfaatan.

Kegiatan ini menurutnya juga banyak menuai masalah termasuk kondisi badan jalan yang ditumbuhi rumput, aspal yang bergelombang, hingga tergenangnya arena oleh air hujan dan pasang surut.

Pimpinan dewan dua periode ini juga menyikapi banyaknya fasilitas yang sudah dibangun pemerintah namun belum difungsikan secara optimal mulai dari fasilitas sosial di WFC, taman rekreasi Ancol, Food Corner di lokasi eks terminal kota, taman taman kota, bahkan terminal Kualatungkal yang kondisinya terbengkalai dan mengalami banyak kerusakan.

Menurutnya, Pemerintah daerah dalam beberapa tahun belakangan kurang mengindahkan pembangunan yang didasarkan pada kebutuhan masyarakat.

Jahfar juga mengkitisi sikap pemerintah yang lebih mengedepankan keinginan yang orientasinya adalah sekadar proyek oriented.

“Cara kerja pemerintah daerah kita saat ini salah dan tidak didasarkan dengan kebutuhan masyarakat. Sektor pemuda dan olahraga ini butuh GOR, tetapi hingga kini, Tanjab Barat menjadi satu-satunya kabupaten yang tak memiliki GOR,” timpalnya.(*)

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar